Showing posts with label Wisata Alam Gunungkidul. Show all posts
Showing posts with label Wisata Alam Gunungkidul. Show all posts

Sunday, April 21, 2013

KAMPUNG FIFA WORLD CUP 2010 (semangat gotong royong warga Gondangrejo)

Fifa World Cup 2010 atau Piala Dunia Fifa 2010 memang sudah lama berlangsungnya.. Namun aku masih menemukan foto-foto ini di harddisk laptopku.. Saya upload aja biar ganteng..

Kampung Fifa World Cup 2010

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Pialanya berbeda, terbuat dari batu 100%

Pak Dukuh dan Pak Mentri memimpin arak-arakan Piala Dunia 2010

Semangat Gotong royong warga Gondangrejo

Bersih kaann... Desaku gitu..(opo)

Bersih kaann... Desaku gitu..(opo)

Bersih kaann... Desaku gitu..(opo)

Piala dan bolanya dari bola cuy.. Pasti kalo pialanya kayak gini gada yang mau ngrebutinnya ya.. (berat bgt)

RCTI OKEEE....! (wah gak dapet bayaran ngiklanin produknya orang)

Gua Baru Lho.. Namanya GUA SUMURUP di Gondangrejo

Hahaha.. Di tempatku ternyata ada gua yang tersembunyi.. Gua ini bernama Gua SUMURUP.. Gua ini ternyata gua jaman purba.. Yang dahulunya ini hanya merupakan mitos belaka, namun kini terjawab sudah (wuiiiih).. Gua ini ditemukan salah seorang warga di tebing (tepatnya pinggir sungai) aliran sungai Gari yang menuju ke sungai Oya. Gua ini ditemukan secara tidak sengaja pada hari Minggu (02/12/12) siang yang awalnya hanya ingin menelusuri penyebab surutnya air di Sungai Gari dalam beberapa hari tersebut. Beberapa hari ada salah seorang mengatakan ketika hujan datang dan sungai teraliri air, sering terdengan suara seperti air masuk ke dalam celah lubang yang menimbulkan bunyi cukup keras. Ketika ditelusuri akhirnya ditemukan sebuah lubang yang dalamnya cukup lebar.



Seorang warga masuk dan menelusuri ke dalam gua tersebut. Mulut gua terlihat sangat sempit, namun jika semakin ke dalam, ruangan gua semakin lebar dan tinggi. Di dalam gua terdapat ornamen-ornamen yang belum pernah ditemukan di gua-gua lain di pulau Jawa (katanya sih).




Sejak ditemukan gua ini, warga secara gotong-royong melakukan penggalian (ada aku juga lhoo) untuk memperlebar mulut gua agar dapat dimasuki. Namun melihat cuaca yang sedang musim hujan, setelah berhasil diperlebar mulut guanya ditutup kembali dengan kayu-kayu guna mencegah air masuk kembali ke dalam dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (hiiii)..








Oke jangan lupa mengunjungi gua ini ya.. heheh karena rencananya gua ini akan dijadikan tempat wisata.. masih lama sih (katanya juga).. :)

Saturday, May 26, 2012

Hutan Wanagama


Wanagama, nama yang berasal dari kata wana = alas atau hutan dan gama akronim dari gajah mada, sebuah kawasan hutan lindung seluas 600 hektar di wilayah kabupaten Gunungkidul. Luas Wanagama meliputi empat desa di dua kecamatan yang berbeda, yakni kecamatan Patuk dan Playen. Hutan yang ikut serta berperan menghijaukan Gunungkidul ini mulai dirintis pada tahun 1964 oleh Prof. Oemi Hani'in Suseno, salah satu akademisi Universitas Gajah Mada yang dengan sukarela menggunakan uang pribadinya untuk memulai proyek penghijauan ini. Langkah yang telah dirintis oleh Prof. Oemi ini mendapat sambutan positif berbagai pihak sehingga kini lahanya menjadi seluas 600 hektar. 

Kawasan Hutan Wanagama mempunyai kekayaan Flora dan Fauna. Berbagai tanaman dari beberapa daerah dapat dijumpai di sini. Lengkapnya ada sekitar 550 jenis tanaman. Di antaranya, pohon akasia, pohon yang banyak digunakan dalam industri kertas, Pohon Kayu putih, sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih, Pohon pinus yang biasanya dijumpai di Sumatera, Pohon Eboni yang berasal dari Sulawesi, pohon Murbei, pohon wangi dan Pohon Jati. Salah satu di antara pohon jati di hutan ini mempunyai sejarah yang tentu saja membanggakan. Pohon ini di tanam oleh Pangeran Charles saat beliau berkunjung pada tahun 1989. Selain itu aneka fauna hidup tenteram di kawasan hutan lindung yang saat ini menjadi pusat penelitian fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Berbagai repilia khas penghuni hutan, unggas dan kera. 

Di dalam kawasan hutan Wanagama dibangun sebuah aula atau pendopo yang sering digunakan untuk berbagai acara dan sebagai tempat peristirahatan para wisatawan. Terdapat juga tempat perkemahan dengan sarana pendukung yang cukup lengkap seperti air yang bersih untuk MCK, listrik, dan keamanan yang terjamin. 

Hutan lindung yang dialiri tiga sungai (kalii Oya, Sendang Ayu, dan Banyu Tibo). Sungai yang menyuplai kebutuhan air bagi penghuni kawasan hutan lindung yang juga berfungsi sebagai hutan wisata ini. Hutan Wanagama, sebuah kawasan yang mencerminkan bentuk kepedulian kepada alam, fasilitas wisata, dan penunjang ekonomi masyarakat sekitar. 

Kawasan ini mempunyai koleksi lebih dari 550 jenis tanaman hutan. Di dalamnya terdapat pula beragam jenis binatang unggas, kera, serta binatang reptilia khas penghuni hutan. Di sini dibangun pula gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang kuliah maupun berbagai acara lainnya. 



Hargodumilah ("Bukit Bintang")


Hargodumilah, atau seing disebut sebagai "Bukit Bintang", merupakan suatu tempat di mana terhampar pemandangan kota djogja dan sekitarnya dari sini. Eksotisme yang terpampang di sela-sela perjalanan akan memaksa setiap orang untuk berhenti sejenak, menikmati luasnya mata memandang.

Pada saat siang hari, di mana sang mentari masih setia memandangi bumi Gunungkidul, Gunung Merapi,Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Sumbing berdiri tegak memamerkan keindahan di kejauhan sana. Dan takkan mengecewakan saat mengunjungi Hargodumilah di kala senja menyapa. Sunset di atas kota djogja tersenyum manis menggelorakan jiwa. Keindahan tanpa henti meski sang surya tak lagi mengudara karena kerlap-kerlip kota Yogyakarta datang menggantikan lengsernya sang senja yang terlelap di peraduannya.
Sunset kala senja di atas kota Djogja

Teropong kota Djogja dari Bukit Bintang, foto by : Arif
Bukit Hargodumilah merupakan salah satu pesona Gunungkidul yang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ruas jalan di bukit ini diperluas sebagai arena parkir para pengunjung yang ingin mendalami keindahan dari bukit yang berbatasan dengan kabupaten Bantul ini. Bagi para pengunjung, jangan khawatir karena tidak membawa bekal, karena di kawasan Hargodumilah sudah berjejer mulai dari warung-warung kecil sampai restoran dengan nuansa romantis yang menyediakan kebutuhan kuliner anda.

Hargodumilah, tempat bagi anda yang ingin melepas sejenak beban setelah seharian beraktifitas. Sebuah tempat yang akan kembali menyegarkan jiwa dan hati. Bagi yang berasal dari luar Gunungkidul, bukit hargodumilah dapat dicapai melalui jalur berikut : 

Dari kota jogja menuju Jl. Jogja-Wonosari --> Pasar Piyungan lurus, jalan mendaki --> Tikungan Bokong Semar --> Hargodumilah. Jarak Jogja - Hargodumilah kira-kira 20 km.


sumber : http://www.wisatagunungkidul.com/2010/05/hargodumilah-bukit-bintang-gunungkidul.html

Gunung Nglanggeran


GUNUNG NGLANGGERAN
GUNUNG NGLANGGERAN 
GUNUNG NGLANGGERAN 
Gb.Dinding bukit NGlanggeran yang tegak 90 derajat

Gunung NGlanggeran yang sering dijuluki Gunung Berapi Purba merupakan wisata alam kaya potensi ciptaan dan karunia Allah SWT kepada kabupaten Gunungkidul khususnya dan DI Yogyakarta pada umumnya.Lokasi Gunung NGlanggeran yang terletak di desa NGlanggeran kecapaman Patuk Gunungkidul bisa ditempuh darai beberapa jalur .Jalur pertama bila kita berasala dari kota Yogyakarat maka sampai di perempatan Ptuk belok ke kiri melewati desa Patuk ,desa NGoro-oro baru kemudian diperempatan NGoro-Oro belok ke kanan .

Jalur kedua dari jembatan Kalipentung Patuk belok ke kanan menuju lokasi sedangkan jalur ke tiga lewat Sambipitu belok ke kiri melewati SMA N Patuk terus sekitar 6 km.Untuk jalur ke tiga ini jalan agak menanjak sehingga perlu kehati-hatian dan kewaspadaan bagi pengendara mobil atau motor.

Bila kita melewati jalur pertama maka akan melalui deretan pemancar Televisi yang ada di desa NGoro-Oro dengan keindahan alamnya yang menawan khususnya diareal persawahan dan pematang yang membentang disekitarnya.Pada jalur ketiga lewat Sambipitu kita bisa mampir di desa Wisata Bobung dimana lokasi ini terdapat pengrajin-pengrajin dari bahan kayu yang bisa kita kunjungi dan sekaligus berbelanja untuk cendera mata.

Gunung NGlanggeran sendiri merupakan gunung dengan ketinggian sekitar 300 meter yang bisa kita daki sampai puncaknya.Sebelum kita mendaki dipintu masuk setiap pendaki akan dikenai restribusi sebesar tia ribu rupiah perorang 9 bulan Desember 2011 ) .Lokasi parkir untuk sepeda motor dan mobil juga tersedia dengan tarif seribu rupiah untuk sepeda motor dan lima ribu rupiah untuk kendaraan roda empat.

Setelah kita membeli karcis kita bisa naik menuju puncak dengan melewati jalan setapak dan lorong-lorong gunung dan yang terkenal adalah lorong Sumpitan.Untuk melewati lorong Sumpitan ini kita harus berjalan satu-satu karena jalannya hanya cukup untuk satu orang.Ada dua tangga dari kayu yang berada di lorong Sumpitan ini.

Sebelum sampai ke puncak NGlanggeran ada tempat untuk menikmati pemandangan ( Gardu Pandang ) sambil istirahat sejenak dan menikmati kota Yogyakarta dari kejauhan.Setelah dari Gardu Pandang kita menyusuri jalan setapak dengan pepohonan baik kecil maupun besar.Sesampi di puncak gunung NGlanggeran kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah selain udara yang agak sejuk dan angin yang bertiup menghilangkan keringat dan kepenatan kita.

Dari puncak utama kita bisa menikmati kita Yogyakarta ,dan juga kota Wonosari dari kejauhan.Ada tempat yang datar selain batu cadas yang bisa kita pakai untuk istirahat menikmati pemandangan ciptaan Allah SWT atau bagi yang membawa tenda bisa mendirikan tenda untuk berteduh atau kerkemah.

Selesai menikmati puncak gunung NGlanggeran sewaktu kita turun agar lebih berhati-hati karena ada beberapa tempat yang licin dan agak curam.Sesampai di bawah dilokasi pembelian tiket kita bisa menggunakan kamar MCK untuk mandi maupun keperluan yang lain.

Demikian sekilas wisata alam gunung NGlanggeran ciptaan Allah SWT semoga menjadi salah satu alternatif wisata alam di Gunungkidul maupun DI Yogyakartan dan sekitarnya.

sumber : http://www.wonosari.com/t9069-wisata-alam-nglanggeran-patuk-gunungkidul-bukti-kebesaran-allah-swt

Gua Pindul

Daftar dan lokasi Wisata Goa di Jogja-Cavibng, cave tubing di jogja


Jogjakarta memiliki banyak wisata alam diantaranya wisata susur goa atau caving. Wisata gua di jogja sebagian besar berada di kabupaten Gunungkidul dan kabupaten Bantul. Sebanyak 25 gua dari 489 gua yang ada di Gunungkidul telah ditelusuri dan berpotensi untuk ditawarkan sebagai paket ekowisata atau wisata berbasis lingkunga. Berikut daftar obyek wisata Gua di Jogja yang dapat dikunjungi sebagai wisata minat khusus. Goa cerme yang terletak di bantul, Goa Pindul terletak di desa Beji Karang Mojo Gunung kidul, Goa kalisuci yang terletak di dusun jetis pacrejo Gunungkidul, Gua Jomblang lebih dikenal dengan nama Luweng Jomblang – Grubug. Goa goa tersebut memiliki daya tarik yang unik dan memiliki suasana alam yang exotik. Untuk menuju lokasi Goa lebih menarik alagi akalu sambil bersepeda onthel menikmati pemandangan alam menuju lokasi wisata Goa.

Mengintip Potensi Objek Wisata Alam di Gunung Kidul


Mengintip Potensi Objek Wisata Alam di Gunung Kidul



REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya memiliki potensi objek wisata alam beragam. Objek itu meliputi kawasan pantai, gua bawah tanah dan pegunungan karst.


Hal ini diungkapkan Bupati Gunung Kidul Hj Badingah ketika menerima audensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Yogyakarta, di kantornya Wonosari, Kamis. 


Menurut dia, Gunung Kidul memiliki objek wisata alam unggulan berupa 46 kawasan pantai yang terbentang dari timur hingga barat wilayah kabupaten itu sepanjang 70 kilometer.


Setiap objek wisata pantai di Gunung Kidul, menurutnya,  memiliki karakteristik dan keunikan sendiri. Selain itu, kawasannya masih alami seperti Pantai Baron yang merupakan pintu gerbang masuk kawasan objek wisata pantai di kabupaten ini.


Wilayah ini juga memiliki 400 gua di bawah tanah yang di dalamnya mengalir sungai menuju pantai selatan, dan sebagian menjadi objek wisata alam yang diunggulkan, di antaranya objek wisata susur Gua Pindul, Gua Kali Suci dan sebagainya.


"Sejumlah objek wisata alam tersebut saat ini dikelola oleh kelompok masyarakat desa setempat, dengan harapan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,"katanya.


Menurut dia, pemerintah kabupaten mendorong kelompok masyarakat setempat untuk bisa mengelola objek wisata alam yang ada di desanya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat desa setempat meningkat kesejahteraannya.


sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/12/04/06/m20v77-mengintip-potensi-objek-wisata-alam-di-gunung-kidul